Recent twitter entries...

Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

UANG, LATAR BELAKANG KEMUNCULANNYA

0
Praktik barter yang sulit akhirnya memaksa manusia untuk bisa menemukan komoditas lain yang bisa menggantikannya dan memberikan kemudahan dalam mendapakan barang yang dibutuhkannya. pada awalnya manusia menggunakan komoditas tertentu sebagai alat pertukaran. tidak seperti alat tukar yang kita gunakan saat ini, komoditas yang dijadikan alat tukar pada jaman dulu adalah barang-barang riil dan sering kali adalah barang yang hidup. misalkan suku-suku di afrika terbiasa menggunakan sapi atau kambing sebagai alat pertukaran. di yunani masyarakatnya lebih suka menggunakan kerbau. penduduk tibet lebih suka menggunakan teh-teh ikat sebagai komoditas pertukarannya dan juga di tempat-temat lain tergantung dari kondisi sosial dan ekonomi.

namun demikian, praktik semacam ini tidak jauh berbeda dengan praktik barter, bahkan cenderung sama, sehingga tidak mampu mengatasi masalah yang manusia hadapi dengan tuntas. disinilah kebutuhan manusia akan alat tukar yang bisa diterima semua orang dan bersifat fleksibel. dan begitulah munculnya uang untuk pertama kali, yang berfungsi sebagai alat tukar dan tolak ukur yang dapat menilai barang dan jasa.

begitu pentingnnya uang dengan berbagai fungsinya, sehingga manusia pada generasi ini benar-benar mengandalkannya untuk segala aktifitas terkait dengan pemenuhan kebutuhannya.

MATA UANG BERBAGAI BANGSA KUNO

1
Logam pertama yang dijadikan alat tukar pembayaran sudah ada sejak masa yunani kuno, sekitar 4000 tahun lalu. saat itu, barang yang terbuat dari perak digunakan dalam transaksi perdagangan,meski belum berbentuk cetakan atau koin.bangsa yunani baru mencetak koin emas dan perak, selain cetakan yang terbuat dari perunggu, sekitar tahun 406 sm. dalam perkembangannya, teknik percetakan uang mereka berkembang dengan ditandai dengan munculnya koin bergambar dan berukir. mata uang utama bangsa yunani aalah drachma yang terbuat dari perak.

meski begitu ada pula pendapat yang menyatakan bahwa pertama kali yang mencetak mata uang secara sistematis adalah bangsa lydia ketika kekuasaan berada ditangan croesus (507-546 sm). namun ada pula sejarahwan yang mengatakan bahwa jauh sebelumnya bangsa indian sudah mengenal mata uang cetakan atau koin, terutama pada masa mohingo-daro (2900 sm).

bangsa persia mendapatkan teknologi percetakan uang dari bangsa lydia yang ditaklukannya pada tahun 546 sm. mulannya mereka mencetak uang berbentuk persegi empat, dan kemudian berubah menjadi bundar. koin yang terbuat dari campuran tembaga sudah dikenal di negeri cina. sayangnya tidak ada catatan sejarah yang bisa memastikan kapan campuran tembaga telah digunakan sebagai mata uang cina. koin yang terbuat dari lempengan perak sudah dikenal pada masa dinasi hang (206-220 m). berabad-abad kemudian, cina lebih dikenal dengan mata uang yang berbasis perak, sehingga sempat dijadikan standar pada saat lahinya republik rakyat cina.

sebelum abad ke 3 SM, bangsa romawi sudah menggunakan mata uang yang terbuat dari perunggu yang dinamakan dengan aes. tembaga juga menjadi bahan lain pembuatan mata uang mereka. yang pertama kali mencetak mata uang jenis ini adalah numa atau servius tullius, yang dicetak pada tahun 269 SM. sedangkan mata uang mereka yang terbuat dari emas dicetak pada tahun 268 Sm, yang dinamakan dengan denarius.

BARTER DAN SEGALA KELEMAHANNYA

0
Semakin banyak kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, semakin kompleks pula hidup ini. praktik barter antara satu orang dengan orang lainya, yang dulunya bisa dijanlankan dengan sederhana dan mudah, lambat laun tidak bisa dilakukan semudah dahulu. sebagai contoh, pada kehidupan yang sederhana memperoleh gula jawa misalnya tidak begitu sulit, cukup dengan beberapa genggam beras mereka bisa mendapatkan gula jawa yang mereka butuhkan. ha ini bisa terjadi dengan mudah manakala orang yang butuh gula dan mempunyai beras kebetulan bertemu dengan orang yang sedang membutuhkan beras dan mempunyai gula jawa. kegiatan semacam ini terjadi pada masyarakat luas dengan berbagai kebutuhanya yang menunggu dipenuhi, dan kemudian munculah pasar untuk memudahka mereka dalam mendapatkan barang yang mereka butuhkan.

Meskipun praktik semacam ini terlihat sederhana, namun mengandung beberapa kelemahan didalamnya. beberapa kesulitan yang akan ditemukan dalam praktik barter ini adalah
a. sulitnya mencari orang yang mau ber-barter dengan kita, yang sedang membutuhkan barang yang kita punya, dan juga mempunyai barang yang sedang kita butuhkan. kita mempunyai gandum dan ingin menukarkannya dengan domba, dan sayangnya tidak selalu orang yang mempunyai kambing sedang membutuhkan gandum. dan juga sebaliknya.
b. sulitnya menentukan nilai dan ukuran masing-masing benda. kalaupun sudah menemukan orang yang mempunyai kambing dan butuh gandum, kita tidak bisa serta merta bisa ber-barter. siapa tahu si empunya kambing hanya membutuhkan satu liter gandum, tidak lebih, apakah dia rela menukarkan seekor kambingnya hanya dengan seliter gandum? tentu tidak seimbang.
c. tidak semua barang dalam proses barter dapat dibagi-bagi. apakah rela si empunya kambing untuk memotong satu paha kambing saja untuk ditukarkan dengan seliter gandum, jika ternyata mereka sepakat untuk menukarkannya dengan perbandingan satu liter gandum sama dengan satu potong paha?

itulah beberapa kelemahan bawaan dari barter, yang oleh karenannya manusia kemudian mulai berfikir untuk mencari alternatif alat lain untuk medium pertukaran yang kemudian kita kenal dengan nama uang.

BARTER, SEBUAH KENISCAYAAN

0
Alloh menciptakan manusia dengan segenap hal. manusia diberi kelengkapan fisik yang dengan itu bisa bekerja. bukan hanya fisik saja,manusia juga dilengkapi dengan nyawa, sehingga hiduplah kita. selain itu, Alloh juga melengkapi kita dengan kebutuhn-kebutuhan fisik yang akan selalu menuntut untuk dipenuhi. kebuuhan semacam ini bisa terlihat dengan adanya rasa lapar, haus, kantuk, lelah dsb. hal semacam ini selalu ada semenjak jaman dahulu hingga sekarang, dan hingga di masa depan juga akan demikian.

selain adanya kebutuhan fisik, manusia juga dilengkapi dengan naluri. naluri mempertahankan diri misalnya, yang terwujud dalam keinginannya untuk dianggap terpandang, atau keinginannya untuk menguasai banyak hal, atau keinginannya untuk menduduki posisi tertentu pada pekerjaannya dll. ada pula naluri melanjutkan keturunan yang salah satunya terwujud dengan adanya rasa sayang kepada lawan jenis.

dengan adanya kebutuhan dan naluri pada diri manusia, maka secara pasti kehidupan manusia akan selalu diwarnai dengan usaha-usaha untuk bisa memenuhi kebutuhan dan usaha-usaha untuk menyalurkan tuntutan naluri. rasa lapar akan mendorong manusia untuk berusaha mencari makanan. ketiadaan tempat tinggal akan memicu manusia untuk mengadakan tempat tinggal.

sejalan dengan berkembang dan makin kompleksnya kehidupan, manusia tidak lagi mampu untuk memenuhi segala kebutuhanya dengan hanya bertumpu pada kemampuannya sendiri. hal ini karena bisa saja, dan sering kali terjadi, benda yang kita butuhkan tidak bisa untuk kita adakan sendiri, melainkan harus diadakan oleh orang lain. dari sinilah manusia mulai berinteraksi satu sama lain untuk saling berhubungan dalam rangka memenuhi kebutuhan masing-masing. inilah latar belakang munculnya praktik barter, walaupun tidak ada yang tahu secara pasti kapan pertama kali praktek semacam ini berawal.

dan hingga kini praktek semacam inipun tetap ada, walaupun kuanitasnya sangat sedikit sekali, karena kelemahan-kelemahan yang dikandungnnya.

EKONOM BARAT DAN EKONOM MUSLIM

0
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa (wikipedia). definisi ini kita mengerti bahkan sejak pertama kali kita mengenal dan memperlajari ekonomi. walaupun ternyata ada beberapa pihak yang tidak sepakat dengan definisi ini dengan beberapa alasan. khususnya mereka yang mendukung ekonomi islam.

jadi definisi semacam itu kemudian dikategorikan sebagai definisi ilmu ekonomi dari sudut pandang ekonom barat. dan pengkategorian semacam ini tidak terjadi hingga para ahli ekonomi islam bermunculan dan menyatakan perbedaan sudut pandang dan pendapatnya.

perbedaan sudut pandang ini menghasilkan perbedaan definisi dan beberapa turunannya. ekonom kapitalis mendefinisikan ekonomi sebagaimana di atas, namun ekonom muslim juga mempunyai definisinya sendiri, yang dengan itu pula menentukan sumber permasalahan yang berbeda. misalkan saja, para ekonom barat menjelaskan permasalahan ekonomi sebagai kondisi dimana kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemenuhannya terbatas. di lain sisi, para ekonom muslim juga mempunyai pandangannya sendiri tentang hal ini. dimana mereka mempunyai konsepnya sendiri yang berbeda tentu saja.

sehingga berawal dari perbedaan tersebut, kita akan lebih banyak mendapatkan konsep-konsep terbaru yang mungkin belum kita kenal sebelumnya, terutama dari ekonom muslim. dan dengan itu pula, mereka akan membuktikan which one is true....